RS Mekar Sari

KONSTIPASI PADA BAYI

bayi konstipasi

Pada bayi yang baru saja lahir maka dalam kondisi normal bayi tersebut dapat mengeluarkan buang air besar sebanyak 2 hingga 4 kali dalam setiap harinya. Yang salah dipersepsi oleh orang tua adalah jumlah feses yang sedikit dihasilkan bayi dicurigai merupakan tanda konstipasi bagi sebagian orang tua.
Pemahaman ini harus diluruskan karena sebenarnya pada bayi, input yang masuk hanya berupa Air Susu Ibu, karena sifat ASI yang sangat penuh dengan nutrisi maka ASI yang diminum bayi akan sebagian besar diserap untuk keperluan pertumbuhannya. Maka saat bayi mengeluarkan feses tentunya jumlahnya akan dalam jumlah yang sangat sedikit. Walaupun terjadi konstipasi pada bayi, biasanya akan dapat sembuh dengan sendirinya. Yang perlu diperhatikan adalah jika jumlah BAB bayi yang kurang dari angka normal diatas disertai dengan kondisi penyulit seperti dibawah ini:

  • Ditemukan tinja berbentuk kecil yang keluar dari dubur dengan konsistensi keras.
  • Ada bercak darah pada tinja bayi.
  • Tidak ada BAB dalam 24 jam setelah masa kelahirannya.
  • Demam tinggi.
  • Berat badan yang susah untuk naik.

Jika ada pengurangan pada frekuensi BAB bayi dan disertai dengan gejala kondisi penyulit maka segeralah mencari pertolongan medis terdekat agar dapat menerima pertolongan yang tepat. Namun bagi bayi yang mengalami konstipasi tanpa gejala penyulit, anda sebagai orang tua dapat mencoba cara dibawah ini:

  • Karena bayi masih tergantung dengan ASI dari Ibu maka salah satu cara untuk memberikan pencahar alami seperti buah apel atau plum adalah melalui ibu yang menkonsumsinya. Ibu juga sebaiknya memperhatikan tingkat hidrasinya dan minum lebih dari 7 gelas sehari, karena ASI yang terlalu kental dapat memicu konstipasi pada bayi.
  • Jangan berikan telur dan pisang muda pada bayi yang berusia dibawah 1 tahun, karena ini akan memperburuk keadaan.
  • Memandikan bayi menggunakan air hangat dan sambil memijat perutnya dengan lembut serta menggerakan kaki bayi seperti bersepeda, akan membantu merangsang pergerakan sistem pencernaan bayi menjadi lebih optimal dan dapat menjadi solusi dalam kondisi kontipasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *