Author - Shevrina Faradiba

Dokter Kulit Bekasi

Dokter Kulit Bekasi – Dalam bidang kedokteran, sering dikenal dengan istilah dokter spesialis organ atau penyakit tertentu. Salah satunya dokter spesialis kulit dan kelamin. Dalam istilah internasional dokter kulit kelamin disebut sebagai dermatovenerologi.

Pengenalan Dermatovenerologi

Dermatologi (dari bahasa Yunani: derma yang berarti kulit) adalah cabang kedokteran yang mempelajari kulit dan bagian-bagian yang berhubungan dengan kulit seperti rambut, kuku, kelenjar keringat, dan lain sebagainya. Cabang-cabang dari dermatologi antara lain adalah venereologi yaitu ilmu yang mempelajari penyakit yang ditularkan melalui alat kelamin, dermatologi

Pengenalan Dermatovenerologi

Pengenalan Dermatovenerologi

kosmetik dan bedah dermatologi.

Venereologi adalah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari penyakit menular seksual (PMS). Nama bidang ilmu ini berasal dari dewi Romawi Venus, yang diasosiasikan dengan cinta, keindahan, dan kesuburan. Seorang dokter spesialis venereologi disebut venereologis. Di banyak wilayah di dunia, spesialisasi ini biasanya dikombinasikan dengan dermatologi.

Penyakit kulit dan kelamin sangat berbeda, baik dari segi jenis penyakit maupun pengobatannya. Penyakit kulit terdiri lebih dari 3.000 jenis, mulai dari penyakit kulit infeksi, non infeksi, alergi, imunologi, penyakit menular seksual, kosmetik, penyakit kulit pada anak dan orang tua, hingga yang bersifat gawat darurat. Beberapa jenis penyakit kulit yang sering terjadi dan ditangani oleh dokter kulit dan kelamin, antara lain :

  1. Alergi Kulit : Alergi kulit ditandai dengan peradangan pada kulit yang dipengaruhi oleh sistem kekebalan tubuh yang terlalu peka terhadap beberapa pencetus alergi, seperti debu, serbuk sari, hingga bahan makanan tertentu.
  2. Infeksi jamur : Salah satu penyebab infeksi jamur adalah jamur Candida. Infeksi jamur ini dapat terjadi pada hampir seluruh area tubuh, tapi lebih sering ditemukan pada ketiak, selangkangan, lipatan kulit, serta area antara jari tangan dan kaki.
  3. Herpes zoster : Herpes zoster atau cacar api atau cacar ular disebabkan oleh varicella zoster virus. Penyakit ini ditandai dengan ruam kulit yang nyeri dan lama kelamaan akan tampak seperti luka melepuh. Penyakit ini terjadi sebagai bentuk pengaktifan kembali cacar air.
  4. Psoriasis : Psoriasis merupakan penyakit autoimun kronis yang menyebabkan produksi sel-sel kulit terlalu cepat, sehingga terjadi penumpukan sel kulit. Penyakit ini ditandai dengan beberapa gejala seperti kulit yang memerah, bercak bersisik, gatal, kering, dan menebal.
  5. Kanker kulit : Kanker kulit merupakan jenis penyakit yang harus diobati agar sel kanker tidak menyebar ke organ lain. Melanoma adalah salah satu jenis penyakit kanker kulit yang paling berbahaya.

Sementara itu, penyakit kelamin yang banyak terjadi umumnya berupa penyakit menular seksual (PMS). Penyakit menular seksual adalah infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual. Kondisi ini bisa terjadi baik pada pria maupun wanita, namun masalah kesehatan yang ditimbulkannya lebih parah bagi wanita. Beragam penyakit kelamin lain yang umumnya ditangani dokter kulit dan kelamin antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Sifilis : Sifilis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri treponema pallidum. Sifilis termasuk dalam penyakit menular yang dapat menyebar melalui aktivitas seksual tanpa pengaman, seperti seks oral dan anal.
  2. Gonore : Gonore termasuk dalam penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Hampir sama seperti sifilis, penyakit gonore dapat ditularkan melalui hubungan seksual tanpa pengaman, baik itu secara seks oral, vaginal, ataupun anal. Umumnya gonore menimbulkan keluhan berupa keluarnya cairan dari kelamin disertai nyeri.
  3. Chlamydia : Chlamydia merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi Chlamydia trachomatis. Kondisi ini umumnya dialami oleh wanita muda yang melakukan aktivitas seksual tanpa menggunakan kondom.
  4. HPV : Human papillomavirus (HPV) merupakan infeksi virus yang menular melalui kontak seksual secara langsung atau seks tanpa pengaman. Infeksi ini dapat terjadi pada alat kelamin, mulut, atau tenggorokan.

Secara klinis, bidang dermatologi dan venereologi terbagi menjadi beberapa divisi yang meliputi:

1. Dermatologi infeksi tropik

Bidang ini berfokus pada penanggulangan penyakit kulit yang dipengaruhi oleh iklim tropis. Beberapa contoh penyakit infeksi tropis adalah selulitis, erisipelas atau infeksi pada permukaan kulit yang disebabkan oleh kuman Streptococcus, dan infeksi jamur seperti kurap dan kandidiasis.

2. Dermatologi pediatrik

Dermatologi pediatrik memiliki fokus pada penanganan penyakit kulit dan kelamin yang dialami anak. Dokter subspesialis ini memiliki keahlian khusus dalam menangani berbagai kelainan, seperti tanda lahir dan hemangioma pada anak, penyakit kulit terkait alergi pada anak, serta penyakit genetik pada kulit seperti iktiosis dan epidermolisis.

Selain itu, subspesialis dermatologi pediatrik juga memiliki beberapa tugas lain, seperti pengobatan penyakit kulit pada bayi dan anak, kelainan kulit akibat malnutrisi, infeksi kulit pada anak, serta kelainan kulit pada bayi baru lahir yang dialami saat kehamilan atau persalinan.

3. Dermatologi kosmetik

Bidang ini berfokus pada penanganan masalah kecantikan kulit, seperti bekas luka, kerontokan rambut, hingga perubahan kulit akibat usia.

Beberapa penyakit yang dapat ditangani meliputi kelainan pigmentasi kulit, hiperhidrosis dan osmidrosis, deposit lemak dan selulit, kelainan rambut, kebotakan dan hipertrikosis, serta kelainan kuku yang bersifat kosmetik maupun terkait proses penuaan.

4. Dermatologi alergi dan imunologi

Bidang ini berfokus menangani penyakit kulit yang berkaitan dengan alergi dan gangguan imunitas tubuh, seperti dermatitis atopik, dermatitis kontak alergi atau iritan, psoriasis, biduran, dan angioedema.

5. Dermatologi geriatrik

Bidang ini secara khusus menangani berbagai keluhan atau masalah kulit dan kelamin pada orang lanjut usia. Beberapa masalah yang dapat ditangani meliputi kelainan kulit akibat paparan sinar matahari kronis, seperti lentigo senilis dan elastosis solaris.

Selian itu, dokter kulit subspesialis geriatrik juga dapat menangani kelainan kulit yang terjadi akibat proses penuaan, seperti pruritus, dermatitis asteatotik, dan sindrom Favre-Racouchot.

6. Tumor dan bedah kulit

Bidang ini berfokus pada prosedur diagnostik dan penanganan tumor atau kanker kulit, serta prosedur bedah kulit.

Ada beberapa jenis penyakit yang dapat ditangani oleh dokter subspesialis ini, yaitu beragam tumor jinak pada kulit, penyakit prakanker seperti penyakit Bowen dan leukoplakia, serta jenis kanker kulit seperti melanoma, karsinoma sel basal, dan karsinoma sel skuamosa.

7. Penyakit menular seksual

Bidang ini berfokus pada penanganan penyakit menular seksual atau dikenal juga dengan istilah infeksi menular seksual (IMS). Beberapa jenis penyakit yang dapat ditangani meliputi gonore, sifilis, vaginosis bakterial, herpes genital, kutu rambut kemaluan, dan kandidiasis vagina.

Baca Juga : Cara Mengatasi Hipertensi 

Penyakit yang Dapat Ditangani Dokter Kulit dan Kelamin

Selain beberapa penyakit yang telah disebutkan di atas, ada juga beberapa penyakit lain yang dapat ditangani oleh dokter spesialis kulit dan kelamin, di antaranya:

  • Kelainan kulit akibat alergi dan gangguan sistem kekebalan tubuh, seperti dermatitis numularis, dermatitis seboroik, lichen planus, pitiriasis rosea, eritema, dan granuloma anulare
  • Kelainan pembentukan dan keratinisasi lapisan kulit epidermis, seperti kerastosis pilaris dan porokeratosis, yaitu penyakit yang disebabkan keratinisasi atau akumulasi keratin pada kulit
  • Kelainan pigmentasi kulit, seperti vitiligo
  • Kelainan kelenjar minyak atau sebum dan keringat, seperti milaria, kromhidrosis, hiperhidrosis lokalisata, serta jerawat
  • Kelainan kulit akibat faktor kimia, fisik dan radiasi, seperti trauma dingin serta luka bakar tingkat 1 dan 2
  • Kelainan kulit terkait gangguan saraf dan mental, seperti neurodermatitis
  • Kelainan kulit akibat masalah nutrisi metabolik dan turunan, seperti porfiria dan amiloidosis

Tindakan Medis yang Dapat Dilakukan Dokter Kulit dan Kelamin

Tindakan Medis yang Dapat Dilakukan Dokter Kulit dan Kelamin

Tindakan Medis yang Dapat Dilakukan Dokter Kulit dan Kelamin

Dokter Kulit Bekasi - Berdasarkan standar kompetensi keterampilan klinik dermatologi dan venereologi, berikut ini adalah beberapa tindakan atau kewenangan klinis dokter spesialis kulit dan kelamin:

1. Pemeriksaan dasar

Bentuk pemeriksaan dasar yang dapat dilakukan adalah mencatat riwayat penyakit atau melakukan wawancara medis serta pemeriksaan fisik organ kulit dan kelamin. Setelah diagnosis ditentukan, dokter kulit dapat memberi pengobatan sesuai diagnosis dan kondisi pasien.

2. Pemeriksaan penunjang

Pemeriksaan penunjang dapat berupa tes alergi, seperti uji tusuk, uji tempel, hingga uji intradermal, dan dermatopatologi untuk mendiagnosis penyakit kulit melalui pemeriksaan jaringan kulit dengan mikroskop.

3. Dermatologi intervensi kosmetik

Beberapa tindakan medis dalam bidang ini meliputi ekstraksi komedo, suntik kortikosteroid, bedah kimia, suntik botox, skleroterapi, dan mikrodermabasi.

Selain itu, pemeriksaan dengan menggunakan laser atau alat berbasis cahaya dan energi juga dapat dilakukan, seperti laser pigmen dan laservaskular serta fototerapi yang mencakup UVA dan UVB.

4. Dermatologi intervensi bedah kulit

Beberapa tindakan yang dapat dilakukan dokter spesialis kulit dan kelamin dalam bidang ini mencakup tindakan anastesi lokal, bedah beku, bedah listrik, perbaikan jaringan parut, bedah kulit untuk kondisi darurat, serta perawatan luka dan komplikasi bedah kulit.

Waktu yang Tepat Menemui Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin

Waktu yang Tepat Menemui Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin

Waktu yang Tepat Menemui Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin

Dokter Kulit Bekasi - Anda dapat menemui dokter spesialis kulit dan kelamin, baik dengan rujukan dari dokter umum atau datang langsung ke poliklinik dokter spesialis ini. Selain itu, Anda juga dianjurkan memeriksakan diri ke dokter kulit dan kelamin jika mengalami beberapa gejala berikut ini:

  • Masalah pada kulit, seperti kulit terasa gatal, nyeri, bersisik, bernanah, atau bahkan mati rasa
  • Perubahan warna kulit tanpa sebab yang jelas
  • Cedera atau luka pada kulit
  • Kuku terasa nyeri dan berubah warna atau bentuk
  • Rambut berketombe, rontok, atau mengalami kebotakan
  • Ruam kulit
  • Ulkus atau luka di anus dan kelamin
  • Benjolan di area genital, nyeri dan gatal pada kelamin, kelamin berbau, atau muncul ruam kelamin
  • Nyeri ketika buang air kecil atau saat berhubungan seks
  • Keluar cairan abnormal dari rongga organ kelamin

Persiapan Konsultasi ke Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin

Persiapan Konsultasi ke Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin

Persiapan Konsultasi ke Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin

Sebelum menemui dokter spesialis kulit dan kelamin, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan untuk memudahkan dokter dalam menentukan penanganan yang tepat, yaitu:

  • Siapkan catatan pertanyaan yang ingin diajukan dan riwayat keluhan atau gejala yang Anda alami.
  • Jangan lupa membawa beberapa dokumen pemeriksaan yang sebelumnya dilakukan, jika ada. Misalnya, hasil pemeriksaan darah, foto Rontgen, atau CT scan.
  • Beri tahu dokter terkait obat dan suplemen yang sedang Anda konsumsi serta reaksi alergi terhadap obat atau zat tertentu, jika ada.
  • Tanyakan opsi penanganan yang tersedia serta tingkat keberhasilan dan risiko dari masing-masing penanganan.

Dimana Alamat dan Letak Dokter Kulit di Bekasi

 

Read more...
Cara Mengatasi Hipertensi

Cara Mengatasi Hipertensi atau Tekanan Darah Tinggi

Cara Mengatasi Hipertensi atau Tekanan Darah Tinggi Hipertensi atau disebut darah tinggi adalah kondisi dimana tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg dalam 2 waktu pengukuran yang terpisah.

Apa itu HIPERTENSI?

Apa itu HIPERTENSI

Apa itu HIPERTENSI

Kondisi ini dapat menjadi berbahaya karena jantung dipaksa memompa darah lebih keras ke seluruh tubuh hingga bisa menyebabkan berbagai macam komplikasi Kesehatan yang membahayakan nyawa jika dibiarkan. Bahkan, gangguan ini dapat menyebabkan peningkatan risiko terjadinya berbagai penyakit seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal hingga kematian.

Bagaimana cara mengukur Tekanan Darah?

Bagaimana cara mengukur Tekanan Darah

Bagaimana cara mengukur Tekanan Darah

Tekanan darah dibagi menjadi 2 yaitu tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik.

Tekanan darah sistolik adalah tekanan saat jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Sedangkan tekanan diastolic adalah tekanan saat otot jantung relaksasi (sebelum kembali memompa darah).

Dalam pencatatannya, tekanan darah sistolik ditulis lebih dahulu dari tekanan darah diastolik dan memiliki angka yang lebih tinggi. Menurut perkumpulan dokter jantung di Amerika Serikat (AHA), pada tahun 2017 tekanan darah diklasifikasikan sebagai berikut :

  • Normal                       : 120/80 mmHg
  • Meningkat                 : Antara 120-129 untuk tekanan sistolik dan >80 mmHg untuk tekanan diastolic
  • Hipertensi tingkat 1 : 130/80 mmHg - 139/89 mmHg
  • Hipertensi tingkat 2 : ≥ 140/90 mmHg

Penyebab Hipertensi

  • Faktor Keturunan
  • Makanan yang mengandung garam tinggi
  • Usia
  • Kehamilan
  • Olahraga
  • Obesitas

Gejala Hipertensi

Pada umumnya hipertensi tidak disertai dengan gejala atau keluhan tetapi keluhan tidak spesifik pada hipertensi adalah

  • Sakit kepala (pusing)
  • Vertigo
  • Rasa tidak nyaman pada dada seperti jantung berdebar-debar, rasa sakit di dada, sesak nafas
  • Gelisah
  • Penglihatan kabur
  • Mudah lelah
  • Kaki bengkak
  • Tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg

TETAPI….!

Tidak selalu muncul gejalanya, NAMUN harus tetap WASPADA dan selalu cek tekanan darah anda secara RUTIN. Jika tidak ditangani dapat mengakibatkan :

  • Stroke
  • Serangan Jantung
  • Gagal Ginjal

Komplikasi

Cara Mengatasi Hipertensi

Cara Mengatasi Hipertensi

Cara Mengatasi Hipertensi

Perubahan gaya hidup untuk menurunkan tekanan darah dapat terlihat dampaknya dalam beberapa minggu. Beberapa Cara Mengatasi Hipertensi yang dapat dilakukan adalah :

  • Konsumsi makanan yang sehat, rendah lemak dan gizi seimbang
  • Kurangi konsumsi garam
  • Aktif berolahraga
  • Menjaga berat badan ideal
  • Berhenti merokok
  • Hindari konsumsi minuman keras
  • Hindari konsumsi minuman kaya akan kafein
  • Melakukan terapi relaksasi seperti yoga atau meditasi

PATUH

P : Periksa kesehatan secara rutin dan mengikuti anjuran dokter

A : Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur

T : Tetap diet dengan gizi seimbang

U : Upayakan aktivitas fisik dengan aman

H : Hindari asap rokok, alcohol dan zat karsinogenik lainnya

Pengobatan

Beberapa pasien hipertensi diharuskan mengkonsumsi obat hipertensi (penurun tekanan darah) seumur hidup guna mengatur tekanan darah. Namun, jika tekanan darah sudah terkendali melalui perubahan gaya hidup, penurunan dosis obat atau konsumsinya dapat dihentikan. Perhatikan selalu dosis obat yang diberikan dan efek samping yang mungkin terjadi.

Baca juga : Dokter Anak Bekasi Terbaik

Selain konsumsi obat-obatan, pengobatan hipertensi juga bisa dilakukan melalui terapi relaksasi, misalnya terapi mdeitasi atau olahraga olah tubuh seperti yoga. Namun, pengobatan hipertensi tidak akan berjalan lancar jika tidak disertai dengan perubahan gaya hidup. Contohnya seperti menjalani pola makan dan hidup sehat serta olahraga teratur.

 

 

 

 

Read more...
Fisioterapi stroke rumah sakit di bekasi

Tetap aktif bersosialisasi tanpa gangguan bergerak akibat “STROKE” dengan Fisioterapi Rumah Sakit Mekar Sari

Apa masalah masyarakat yang terjadi di masyarakat?

Penderita stroke makin meningkat seiring dengan meningkatnya faktor resiko dan penyebab stroke serta dapat menyebabkan kecacatan utama bahkan kematian. Dalam kesehariannya, penderita stroke mengalami tidak hanya keterbatasan dalam bergerak, namun juga dalam kehidupan sosialnya.

Kenapa masalah stroke umumnya tidak pernah tuntas ?

Beberapa studi klinik menyimpulkan bahwa stroke merupakan keadaan darurat yang harus segera ditangani, namun untuk pemulihannya harus secara profesional, komprehensif, terpadu dan berkesinambungan sejak awal maupun setelah melewati fase akut. Hal ini yang sering dilewati begitu saja karena kurangnya pemahaman ataupun edukasi mengenai tahapan pemulihan khususnya pasca stroke, sehingga terjadi kecacatan sampai dengan gangguan psikososial.

Apa yang dapat terjadi jika penderita stroke menggunakan terapi neurorestorasi di RS Mekar Sari?

Dengan terapi neurorestorasi di RS Mekar Sari, maka penderita stroke akan mendapatkan program terapi yang jelas berdasarkan problem dan bersifat spesifik, kreatif dan inovatif yang mengarah pada terbentuknya proses pembelajaran sensomotorik pada kerja sistem saraf pusat. Maka, penderita stroke secara aktif partisipatif melakukan proses penyesuian latihan aktif bertahap dengan pola yang benar dan dilakukan dengan penuh semangat. Selanjutnya adalah bagaimana penderita stroke akhirnya dapat aktif bersosialisasi di lingkungan keluarga ataupun di masyarakat dengan fasilitasi konseling dari terapis dan pertemuan stroke club RS Mekar Sari.

Apa yang berbeda dari terapi stroke pada umumnya ?

Fisioterapi Rumah Sakit Mekar Sari
Fisioterapi Rumah Sakit Mekar Sari

Perbedaan terapi neurorestorasi di RS Mekar Sari dengan terapi umumnya adalah pendekatan yang dilakukan bahwa pemulihan pasca stroke bukan hanya berorientasi pada hasil, namun juga berorientasi pada proses. Penanganan tidak hanya diterapkan pada anggota tubuh yang lemah saja, tapi juga pada anggota tubuh yang sehat. Dan yang terpenting adalah bukan jumlah gerakan yang dihasilkan, namun kualitas gerakan yang dilakukan. Contohnya, fisioterapis melatih berjalan bukan hanya dengan penguatan otot-otot tungkai dan pengulangan gerak, namun bagaimana penderita stroke melakukannya dengan pola yang benar secara aktif dengan metode yang tepat dan dilakukan dengan semangat diri dan tentunya dimotivasi oleh dokter spesialis dan terapis profesional (fisioterapi, terapi wicara, okupasi terapi) yang sabar dan penuh cinta.

 Jika masyarakat berminat, selanjutnya yang harus lakukan?

SEGERA HUBUNGI KAMI, KAMI SIAP MELAYANI ANDA!

STROKE CORNER RS MEKAR SARI

Jl. Mekar Sari, RT.001/RW.010, Bekasi Jaya, Kec. Bekasi Tim., Kota Bks, Jawa Barat 17112

Telp (021) 8813787 – 8802641 Ext.131

Read more...
Phacoemulsifikasi Rumah Sakit Mekar Sari

Phacoemulsifikasi

Phaco

Phacoemulsifikasi adalah teknik operasi katarak menggunakan mesin bergelombang ultrasonik yang bertujuan memperbaiki penglihatan pasien akibat katarak.

Keunggulan tindakan Phacoemulsifikasi :

  • Luka sayatan sangat kecil, hanya 2 mm sehingga proses penyembuhan lebih cepat (2 – 5 hari)
  • Tindakan pembedahan cepat, hanya membutuhkan ± 15 menit
  • Tidak memerlukan jahitan
  • Pasien langsung pulang setelah tindakan
  • Pembedahan dapat dilakukan tanpa perlu menunggu katarak sampai matang (katarak mature), sehingga dapat memperbaiki penglihatan tanpa harus menunggu lama

 

Read more...
Fisioterapi Rumah Sakit Mekar Sari

Fisioterapi Bekasi

Fisioterapi Bekasi - Fisioterapi merupakan salah satu profesi di bidang kesehatan. Fisioterapi merupakan sebutan di Indonesia, diberbagai negara dengan nama yang berbeda-beda. Pada umumnya Fisioterapi di negara lain menggunakan nama Physiotherapy, Physical Therapy, Kinesiologic dan lain-lain. Namun, pada dasarnya memiliki dasar keilmuan dan tujuan yang sama.

Sebelum membahas Fisioterapi di Bekasi, lebih baik kita mengenal kota Bekasi dari sumber wikipedia

Pengenalan Kota Bekasi

Pengenalan Kota Bekasi
Pengenalan Kota Bekasi

Bekasi merupakan salah satu kota yang terdapat di provinsi Jawa Barat, Indonesia. Nama Bekasi berasal dari kata bagasasi yang artinya sama dengan candrabaga yang tertulis di dalam Prasasti Tugu era Kerajaan Tarumanegara, yaitu nama sungai yang melewati kota ini. Pada tahun 2021, jumlah penduduk kota Bekasi berjumlah 2.464.719 jiwa.

Kota ini merupakan bagian dari Metropolitan Jabodetabek dan menjadi kota satelit dengan jumlah penduduk terbanyak se-Indonesia. Saat ini Kota Bekasi berkembang menjadi tempat tinggal kaum urban dan sentra industri.

Kota Bekasi memiliki luas wilayah sekitar 210,49 km², dengan batas wilayah Kota Bekasi adalah:

UtaraKabupaten Bekasi
TimurKabupaten Bekasi
SelatanKabupaten Bogor dan Kota Depok
BaratProvinsi DKI Jakarta
Sejarah Bekasi

Dayeuh Sundasembawa atau Jayagiri, itulah sebutan Bekasi tempo dulu sebagai Ibukota Kerajaan Tarumanagara. Luas Kerajaan ini mencakup wilayah Bekasi, Sunda Kelapa (Jakarta), Pasir Awi (Jonggol), Depok, Cibinong, Bogor hingga ke wilayah Sungai Cimanuk Bengawan Timur (Indramayu).

Menurut para ahli sejarah dan fisiologi, letak Dayeuh Sundasembawa atau Jayagiri sebagai Ibukota Tarumanagara adalah di wilayah Bekasi sekarang. Dayeuh Sundasembawa inilah daerah asal Maharaja Tarusbawa (669-723 M) pendiri Kerajaan Sunda dan seterusnya menurunkan Raja-Raja Sunda sampai generasi ke-40 yaitu Ratu Ragumulya (1567-1579 M).

Wilayah Bekasi tercatat sebagai daerah yang banyak memberi informasi tentang keberadaan Tatar Sunda pada masa lampau. Diantaranya dengan ditemukannya 4 prasasti yang dikenal dengan nama Prasasti Kebantenan. Keempat prasasti ini merupakan keputusan dari Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi, Jaya Dewa) yang ditulis dalam 5 lembar lempeng tembaga.

Sejak abad ke-5 Masehi pada masa Kerajaan Tarumanagara, abad ke-8 Kerajaan Galuh, dan Kerajaan Pajajaran pada abad ke-14, Bekasi menjadi wilayah kekuasaan karena merupakan salah satu daerah strategis, yakni sebagai penghubung antara Pelabuhan Sunda Kelapa (Jakarta).

Kota Bekasi memiliki 12 kecamatan dan 56 kelurahan. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 2.409.083 jiwa dengan luas wilayah 206,61 km² dan sebaran penduduk 4.035 jiwa/km².[16][17]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Bekasi, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
KecamatanJumlah
Kelurahan
Daftar
Kelurahan
32.75.07Bantar Gebang4BantargebangCiketing UdikCikiwulSumur Batu
32.75.02Bekasi Barat5BintaraBintara JayaJakasampurnaKota BaruKranji
32.75.04Bekasi Selatan5JakamulyaJakasetiaKayuringin JayaMarga JayaPekayon Jaya
32.75.01Bekasi Timur4Aren JayaBekasi JayaDuren JayaMargahayu
32.75.03Bekasi Utara6Harapan BaruHarapan JayaKaliabang TengahMarga MulyaPerwiraTeluk Pucung
32.75.09Jatiasih6JatiasihJatikramatJatiluhurJatimekarJatirasaJatisari
32.75.10Jatisampurna5JatikaryaJatiradenJatiranggaJatiranggonJatisampurna
32.75.06Medan Satria4PejuangMedan SatriaHarapan MulyaKali Baru
32.75.11Mustika Jaya4CimuningMustikajayaMustikasariPedurenan
32.75.08Pondok Gede5JatibeningJatibening BaruJaticempakaJatimakmurJatiwaringin
32.75.12Pondok Melati4JatimelatiJatimurniJatirahayuJatiwarna
32.75.05Rawalumbu4Bojong MentengBojong RawalumbuPengasinanSepanjang Jaya
TOTAL56
Penduduk Bekasi

Berdasarkan sensus tahun 2010, Kecamatan Bekasi Utara merupakan wilayah dengan tingkat kepadatan tertinggi di Kota Bekasi, yakni sebesar 12.237 jiwa/km² dan Kecamatan Bantar Gebang dengan kepadatan 4.310 jiwa/km² menjadi yang terendah.[18]

Sementara pencari kerja di kota ini didominasi oleh tamatan SMA atau sederajat, yakni sekitar 65,6% dari total pencari kerja terdaftar. Sebagai kawasan hunian masyarakat urban, Bekasi banyak membangun kota-kota mandiri, diantaranya Kota Harapan Indah, Kemang Pratama, dan Galaxy City.

Selain itu pengembang Summarecon Agung juga sedang membangun kota mandiri Summarecon Bekasi seluas 240 ha di Kecamatan Bekasi Utara. Seiring dengan meningkatnya jumlah masyarakat kelas menengah keatas, Bekasi juga gencar melakukan pembangunan apartemen dan pusat perbelanjaan mewah.

Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat)
  • Puskesmas Aren Jaya
  • Puskesmas Bantar Gebang
  • Puskesmas Bintara
  • Puskesmas Bojong Rawalumbu
  • Puskesmas Jakamulya
  • Puskesmas Jati Asih
  • Puskesmas Jati Bening
  • Puskesmas Jati Luhur
  • Puskesmas Jati Makmur
  • Puskesmas Jati Rahayu
  • Puskesmas Jati Sampurna
  • Puskesmas Jati Warna
  • Puskesmas Kaliabang Tengah
  • Puskesmas Karang Kitri
  • Puskesmas Kota Baru
  • Puskesmas Margajaya
  • Puskesmas Margamulya
  • Puskesmas Mustika Jaya
  • Puskesmas Pejuang
  • Puskesmas Pekayon Jaya
  • Rumah sakit Bekasi
  • Fisioterapi Bekasi
Setelah pengenalan Kota Bekasi, selanjutnya kami bahas tentang fisioterapi yang berada di bekasi

Fisioterapi didasarkan atas ilmu yang menitikberatkan untuk menstabilkan atau memperbaiki gangguan fungsi alat gerak atau fungsi tubuh yang terganggu, kemudian diikuti dengan metode terapi gerak dan/atau dengan peralatan.

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 65 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Fisioterapi, fisioterapi adalah bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu dan/atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara, dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh sepanjang rentang kehidupan dengan menggunakan penanganan secara manual, peningkatan gerak, peralatan (fisik, elektroterapeutis, dan mekanis) pelatihan fungsi dan komunikasi.

Fisioterapi dapat melatih pasien dengan latihan khusus, penguluran dan penguatan otot, serta bermacam-macam teknik dan menggunakan beberapa alat khusus untuk membantu mengatasi masalah yang dihadapi pasien.

Orang yang menjalankan pelayanan fisioterapi disebut Fisioterapis atau fisio. Fisioterapis adalah setiap orang yang telah lulus pendidikan fisioterapi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dimensi Pelayanan Fisioterapi meliputi upaya peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, penyembuhan, dan pemulihan gangguan sistem gerak dan fungsi dalam rentang kehidupan dari praseminasi sampai ajal, yang terdiri dari upaya-upaya:

  • Peningkatan dan pencegahan (promotif dan preventif), Pelayanan fisioterapi dapat dilakukan pada pusat kebugaran, pusat kesehatan kerja, sekolah, kantor, pusat panti usia lanjut, pusat olahraga, tempat kerja/industri, puskesmas dan pada pusat-pusat pelayanan umum.
  • Penyembuhan dan pemulihan (Kuratif dan Rehabilitatif), pelayanan fisioterapi dapat dilakukan pada rumah sakit, rumah perawatan, panti asuhan, pusat rehabilitasi, tempat praktik, klinik privat, klinik rawat jalan, puskesmas, rumah tempat tinggal, pusat pendidikan dan penelitian.

Berdasarkan ruang lingkup pelayanan fisioterapi dan tuntutan kebutuhan masyarakat, dibagi menjadi:

  • Fisioterapi Olahraga
  • Fisioterapi Tumbuh Kembang Anak
  • Fisioterapi Geriatri: berfokus pada kebutuhan gerakan orang dewasa yang usianya lebih tua atau lansia. Ada banyak kondisi yang mempengaruhi seseorang seiring bertambahnya usia seperti radang sendi, kanker, osteoporosis, penyakit Alzheimer, penggantian sendi, dan gangguan keseimbangan.
  • Fisioterapi Kesehatan dan Keselamatan Kerja
  • Fisioterapi Kesehatan Wanita
  • Fisioterapi Kesehatan Masyarakat
  • Fisioterapi Nyeri
  • Fisioterapi Pelayanan Medik: Pengembangan pelayanan fisioterapi pelayanan medik didasari pada spesifikasi problem kesehatan pasien, seperti fisioterapi Muskuloskeletal (penyembuhan dan pemulihan gangguan anggota gerak tubuh terdiri dari otot, tulang, sendi, jaringan ikat), Fisioterapi Kardiovaskulopulmonal (penyembuhan dan pemulihan pada gangguan jantung, pembuluh darah, dan paru), Fisioterapi Neuromuskular (penyembuhan dan pemulihan pada gangguan sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi), Fisioterapi Integument (penyembuhan dan pemulihan pada kecacatan fisik dan kulit).

Fisioterapi dalam melaksanakan praktik fisioterapi berwenang untuk melakukan:

  • Asesmen Fisioterapi;
  • Diagnosis Fisioterapi;
  • Perencanaan Fisioterapi;
  • Intervensi Fisioterapi;
  • Evaluasi/re-evaluasi/re-asesmen;
  • Komunikasi dan Edukasi;
  • Dokumentasi.

Fisioterapi dapat melaksanakan praktik Fisioterapi pada sarana kesehatan, praktik perseorangan dan/atau berkelompok. Fisioterapi dalam melakukan praktik Fisioterapi dapat menerima pasien/klien dengan atau tanpa rujukan.

Ada berbagai macam jenjang pendidikan Fisioterapi di Indonesia saat ini, yaitu: D3, D4, dan S1+ Pendidikan Profesi.

Gelar pendidikan Fisioterapi di Indonesia: D3 (A.Md.Kes (FT)), D4 (S.Tr.Kes (FT)), S1 (S.Ftr), dan gelar pendidikan profesi fisioterapi (Ftr).

Organisasi fisioterapi adalah wadah untuk berhimpunnya para fisioterapis. Organisasi Fisioterapi di Indonesia bernama Ikatan Fisioterapi Indonesia. Organisasi fisioterapi dunia bernama World Physio. Organisasi mahasiswa Fisioterapi di Indonesia bernama Ikatan Mahasiswa Fisioterapi Indonesia atau disingkat IMFI

Tentang Fisioterapi Rumah Sakit Mekar Sari Bekasi

Poli Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi adalah layanan yang menangani pasien dengan gangguan fungsi tubuh atau keterbatasan fisik akibat penyakit atau cedera guna meningkatkan kualitas hidup pasien tersebut dengan memaksimalkan fungsi yang ada oleh Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi yang profesional dan berpengalaman dibidangnya.

Dokter rehabilitasi medis dapat menentukan rencana tatalaksana atau program perawatan dan pengobatan sesuai dengan riwayat kesehatan pasien. Melalui program latihan dan perawatan fisik tersebut, pasien akan dibantu untuk meningkatkan kemampuan fisik dan kesehatannya serta memperbaiki kualitas hidupnya.

Kondisi yang dapat ditangani oleh Dokter Rehabilitasi Medis

Dokter rehabilitasi medis akan bekerja sama dengan tenaga kesehatan lain, seperti fisioterapis, ahli terapis okupasi (occupational therapist), terapis wicara, perawat, dokter umum, dan dokter spesialis lainnya, misalnya dokter saraf, dokter bedah, dokter spesialis kedokteran olahraga, dan dokter ortopedi.

Ada berbagai macam kondisi yang dapat ditangani oleh dokter rehabilitasi medis beserta tim rehabilitasi medik yang terdiri dari berbagai tenaga kesehatan tersebut, di antaranya:

  • Keterbatasan fungsi tubuh, kelemahan atau kelumpuhan anggota gerak, atau kecatatan, misalnya akibat cedera, kecelakaan, atau penyakit tertentu, seperti stroke
  • Pemulihan setelah menjalani operasi besar, seperti operasi penyambungan tulang, operasi sendi, operasi pada saraf dan otak, atau operasi tulang belakang
  • Pemulihan dari luka bakar derajat berat serta kelainan yang terkait, misalnya perlengketan jaringan tubuh atau kontraktur
  • Nyeri akut maupun kronis, misalnya akibati artritis, nyeri punggung, dan cedera berulang
  • Kesulitan bernapas, misalnya karena penyakit paru obstruksi kronis (PPOK) atau asma
  • Kesulitan bergerak atau terbatasnya pergerakan otot dan sendi akibat kondisi berat badan berlebih atau obesitas
  • Gangguan menelan dan kesulitan bicara, misalnya akibat kanker laring, stroke, atau cedera pada leher atau otak
  • Amputasi, misalnya pada pasien yang mengalami infeksi berat akibat luka diabetes, cedera, atau kecelakaan berat
Terapi yang dapat dilakukan Dokter Rehabilitasi Medis

Ada berbagai macam program latihan, teknik perawatan fisik, serta pengobatan yang dapat dilakukan oleh dokter rehabilitasi medis untuk memulihkan kondisi kesehatan pasien. Jenis penanganan dan program yang diberikan akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing pasien.

Secara umum, berikut adalah beberapa jenis penanganan yang dapat dilakukan oleh seorang dokter rehabilitasi medis:

  • Terapi okupasi

Terapi okupasi merupakan perawatan khusus yang dilakukan dokter rehabilitasi medis dan occupational therapist untuk membantu pasien dengan keterbatasan fisik maupun mental. Dengan terapi okupasi, pasien akan dibimbing dan dilatih agar bisa beraktivitas serta hidup lebih mandiri dan produktif.

Saat terapi okupasi dilakukan, dokter rehabilitasi medis akan memperhatikan dan menilai kesulitan yang dihadapi pasien dalam melakukan berbagai macam aktivitas. Dari situlah, dokter rehabilitasi medis dan ahli terapi okupasi akan memberikan pelatihan yang sesuai guna mempermudah pasien dalam melakukan aktivitas tersebut.

Misalnya, pada pasien stroke, dokter rehabilitasi medis dan terapis okupasi akan melatih keseimbangan tubuh, mengajarkan kembali cara makan, minum, mandi, berpakaian, atau berjalan, serta mengajarkan cara menggunakan alat bantu, seperti kursi roda.

Terapi okupasi tak hanya diberikan kepada penderita penyakit stroke, tapi juga pada penderita penyakit lain, seperti artritis, cedera otak, multiple sclerosiscerebral palsy, cedera tulang belakang, penyakit bawaan lahir, dan pada pasien yang menjalani amputasi.

  • Fisioterapi

Terapi berikutnya yang biasa diberikan dokter rehabilitasi medis adalah fisioterapi. Tujuannya untuk meningkatkan fungsi serta kekuatan sendi dan otot. Terapi ini umumnya akan dilakukan oleh dokter rehabilitasi medis dengan bantuan para fisioterapis.

Dengan menjalani fisioterapi, keterbatasan gerak yang dialami pasien dapat teratasi, sehingga kemampuan mereka untuk berdiri, menyeimbangkan tubuh, berjalan, dan menaiki tangga akan menjadi lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Fisioterapi dianjurkan bagi pasien yang mengalami cedera, gangguan fisik, dan pergerakan yang terbatas, misalnya pasien stroke, saraf terjepit atau HNP, yang baru menjalani operasi tulang atau saraf, serta yang menjalani amputasi.

Untuk informasi lebih lanjut, klik disini

  • Terapi bicara

Latihan yang diberikan berfungsi untuk memperkuat otot-otot di wajah dan tenggorokan. Melalui terapi bicara, dokter dan terapis wicara dapat membantu pasien yang mengalami gangguan bicara, sulit untuk merangkai kata, dan gangguan menelan agar bisa berbicara serta makan dan minum lebih lancar.

Terapi ini bisa dilakukan pada pasien dengan kondisi tertentu, seperti gagap, stroke, apraksia, disartria, kerusakan saraf tenggorokan dan pita suara, disfagia, demensia, atau gangguan mental tertentu, seperti ADHD dan autisme.

Terapi bicara juga bisa dilakukan pada anak-anak yang mengalami keterlambatan dalam berbicara (speech delay).

Kapan harus memeriksakan diri ke Dokter Spesialis Rehabilitasi Medis?

  • Menderita penyakit atau cedera yang menyebabkan gangguan fisik, seperti kelumpuhan atau hilangnya fungsi normal pada bagian tubuh tertentu
  • Menderita cacat fisik yang menyebabkan ruang gerak untuk melakukan aktivitas normal menjadi terbatas atau terhambat
  • Telah menjalani operasi besar yang memerlukan latihan atau penyesuaian untuk melakukan aktivitas tertentu

Lokasi dan Alamat Fisioterapi Bekasi

Lokasi dan Alamat Fisioterapi Bekasi terletak di Jl. Mekar Sari, RT.001/RW.010, Bekasi Jaya, Kec. Bekasi Tim., Kota Bks, Jawa Barat 17112. silakan cek Google map di bawah

KEY : klinik fisioterapi bekasi, biaya fisioterapi di bekasi, fisioterapi di bekasi, klinik fisioterapi di bekasi, biaya fisioterapi bekasi, tempat fisioterapi di bekasi, fisioterapi rsud bekasi, daftar klinik fisioterapi di bekasi

Read more...

Hemodialisa

Hemodialisa

Hemodialisa adalah metode pencucian darah dengan membuang cairan berlebih dan zat-zat yang berbahaya bagi tubuh melalui alat dyalisis untuk menggantikan fungsi ginjal yang rusak.

Kapan saya harus melakukan hemodialisa?

Hemodialisa dilakukan bila ginjal anda sudah tidak mampu melaksanakan fungsinya atau biasa disebut dengan gagal ginjal.

Apa itu gagal ginjal?

Gagal ginjal dapat terbagi menjadi dua yaitu gagal ginjal akut, dimana fungsi ginjal terganggu untuk sementara waktu sehingga hemodialisa dilakukan hanya hingga fungsi ginjal membaik sementara gagal ginjal kronis, dimana fungsi ginjal rusak secara permanen akibatnya hemodialisa harus dilakukan seumur hidupnya. Ginjal bekerja untuk membantu membersihkan darah dalam tubuh dari semua zat berbahaya, mineral yang berbahaya untuk tubuh dan semua jenis limbah yang bisa menjadi penyakit untuk tubuh. Gagal ginjal awalnya bisa disebabkan karena penyakit ginjal kronis.

Penyakit ini bisa muncul dalam tahap yang sangat lama dengan menyerang fungsi ginjal. Gejala penyakit ginjal kronis akan ditetapkan sebagai gagal ginjal ketika ginjal hanya dapat berfungsi sekitar 16% saja. Gagal ginjal akan menyebabkan tubuh tidak bisa menyaring semua zat berbahaya sehingga perawatan intensif sangat dibutuhkan. Gagal ginjal terjadi ketika ginjal hanya bisa bekerja antara 10 hingga 16 persen saja. Hal ini berarti bahwa ginjal sudah rusak dan tidak dapat melakukan fungsinya dengan baik.

Berikut ini beberapa faktor penyebab gagal ginjal :

1. Dehidrasi

Dehidrasi adalah sebuah kondisi ketika tubuh tidak memiliki cairan yang cukup dan menyebabkan sistem metabolisme tubuh menjadi terganggu.

2. Diabetes

Ketika tubuh memiliki kadar gula yang terlalu tinggi atau lebih sering disebut dengan kondisi diabetes makan akan menyebabkan ginjal bekerja terlalu keras.

3. Hipertensi

Tekanan darah tinggi membuat pembuluh darah bekerja terlalu keras karena alirah darah yang terlalu kuat. Kondisi ini dapat menyebabkan pembuluh darah rusak termasuk pembuluh darah yang ada pada bagian ginjal.

4. Penyakit Ginjal Polikistik

Penyakit ginjal polikistik dapat menyebabkan kerusakan kemampuan ginjal karena banyaknya zat beracun yang harus disaring oleh ginjal. Penyakit ini secara perlahan akan menyebabkan ginjal tidak berfungsi sehingga pada tahap akhir dapat menyebabkan gagal ginjal. Penyakit ini sering ditemukan pada usia lanjut sekitar 55 tahun keatas.

5. Konsumsi Obat Berlebihan

Kebiasaan mengkonsumsi berbagai jenis obat-obatan yang mengandung bahan lithium dan siklosporin dapat memicu terjadinya gagal ginjal.

6. Gangguan Fungsi Hati

Pengaruh hati yang mengalami masalah karena terlalu banyak mengkonsumsi zat asetaminofen dapat menyebabkan kerusakan ginjal akut atau gagal ginjal. Hal ini bisa terjadi karena ginjal bekerja terlau berat untuk memisahkan zat tersebut dari darah. Kerusakan pada bagian nefron dan organ penyaring dalam ginjal memicu kerusakan ginjal parah sehingga ginjal kehilangan fungsinya. 

Gejala awal gagal ginjal

Pada umumnya gejala awal gagal ginjal sulit terdeteksi. Penyakit ini dapat dimulai dari gejala yang ringan dan samar-samar. Namun, perlahan tapi pasti penyakit ini akan semakin memburuk dari waktu ke waktu. Biasanya, kebanyakan pasien yang menderita gagal ginjal telah hidup dengan penyakit ginjal selama beberapa waktu sebelum ciri-ciri gagal ginjal muncul.

Berikut ini beberapa gejala awal gagal ginjal yang harus anda waspadai : 

1.Kencing berdarah

Ginjal yang sehat biasanya menjaga sel darah dalam tubuh saat menyaring zat sisa dari darah untuk menghasilkan urine (air kencing). Namun bila penyaring ginjal telah rusak, sel darah ini akan "bocor" dan tercampur ke dalam urine. Selain menandakan penyakit ginjal, darah dalam urine juga bisa menjadi indikasi penyakit lainnya. Misalnya infeksi atau batu ginjal.

2.Kencing berbusa

Gelembung atau busa yang berlebihan dalam urine menandakan adanya kandungan protein yang tinggi dalam urine. Terutama busa yang membuat anda harus beberapa kali menyiramnya. Busa ini mungkin terlihat seperti busa yang anda lihat saat mengocok telur, karena protein biasa yang ditemukan dalam urine, albumin adalah protein yang sama yang ditemukan pada telur. Protein ini seharusnya tersaring dan tidak ada dalam kencing anda. Namun bila terdapat kerusakan pada ginjal, protein ini dapat terdeteksi pada urine dan ketika bereaksi dengan udara akan membentuk busa.

3. Pembengkakan

Penurunan fungsi ginjal dapat menyebabkan kelebihan kadar garam (natrium) yang menyebabkan pembengkakan pada beberapa bagian tubuh. Oleh karena itu, salah satu ciri-ciri gagal ginjal yang bisa kita lihat adalah pembengkakan pada kaki, tangan atau wajah. Ini juga disebabkan karena cairan yang berlebih di dalam tubuh.

Bagaimana Hemodialisa bekerja?

Pasien yang didiagnosa dengan gagal ginjal akan memerlukan pengobatan Hemodialisa dan menjalani prosedur pengobatan di unit Hemodialisa Rumah Sakit Mekar Sari. Hemodialisa menggunakan filter khusus yang disebut dialyzer yang berfungsi sebagai ginjal buatan untuk membersihkan darah anda. Dialyzer adalah tabung yang terhubung ke mesin hemodialisis.

Selama perawatan, darah anda bergerak melalui tabung ke dalam dialyzer yang menyaring limbah, garam ekstra, dan air ekstra. Kemudian, darah yang dibersihkan mengalir melalui satu set tabung yang kemudian kembali ke dalam tubuh anda. Mesin Hemodialisis memonitor aliran darah menghilangkan limbah dari dialyzer.

Hemodialisis biasanya dilakukan tiga kali seminggu. Setiap pengobatan berlangsung 3 sampai 5 jam atau lebih. Selama perawatan, anda dapat membaca, menulis, tidur, berbicara atau menonton TV.

Struktur ginjal manusia

Hemodialisa Rumah Sakit Mekar Sari

Mengapa Hemodialisa penting?

Ginjal merupakan organ vital yang berfungsi membersihkan darah kita dari cairan berlebih, zat-zat sisa yang berbahaya dan elektrolit berlebih. Ginjal juga berfungsi menghasilkan hormon yang penting dalam proses metabolisme tubuh dan merangsang pembentuk sel darah merah. Jika ginjal ini rusak maka dapat dibayangkan bahayanya bagi tubuh kita bahkan bisa menyebabkan kematian akibat menumpuknya cairan dan zat berbahaya dalam tubuh, karena itu Hemodialisa harus dilakukan untuk menggantikan fungsi ginjal tersebut.

Informasi lebih lanjut :

Pelayanan Hemodialisa Rumah Sakit Mekar Sari

Jl. Mekar Sari, RT.001/RW.010, Bekasi Jaya, Kec. Bekasi Tim., Kota Bks, Jawa Barat 17112

Hari : Senin s/d Sabtu

Pukul : 06.00 s/d 13.30

Kontak : Evi Yunita (0818-0840-4985)

 

Read more...