Monthly Archives - September 2022

Rumah Sakit Bersalin Bekasi

Rumah Sakit Bersalin Bekasi

Rumah Sakit Bersalin Bekasi - Rumah sakit yang khusus melayani pemeriksaan ibu hamil, ibu yang akan melahirkan, dan kesehatan anak di bawah usia lima tahun. Contoh: Dalam rangka meningkatkan kesehatan ibu dan anak dibangunlah rumah sakit bersalin di Bekasi

Memilih Rumah Sakit Bersalin yang Paling Cocok untuk Ibu Hamil

Rumah Sakit Bersalin Bekasi Memilih Rumah Sakit Bersalin yang Paling Cocok untuk Ibu Hamil
Rumah Sakit Bersalin Bekasi Memilih Rumah Sakit Bersalin yang Paling Cocok untuk Ibu Hamil

Memilih rumah sakit untuk bersalin bisa dipertimbangkan mulai dari awal kehamilan, Proses melahirkan adalah momen penting bagi ibu hamil. Maka, memilih rumah sakit bersalin juga harus dipersiapkan dengan benar.

Ibu bisa memulai perencanaan kelahiran bahkan sejak awal kehamilan, Neel Shah, MD, asisten profesor kebidanan dan kandungan di Harvard Medical School mengungkapkan bahwa ada banyak faktor yang perlu diperhatikan.

“Meski beberapa asuransi membatasi kita untuk memilih, tapi ada banyak faktor yang harus dipikirkan,” ujarnya.

Hal Dasar yang Harus Diperhatikan dalam Memilih Rumah Sakit Bersalin

Sebelum masuk ke dalam teknis kesehatan, ada beberapa hal dasar yang sebaiknya ibu dan pasangan pikirkan saat memilih rumah sakit untuk bersalin.

  • Jarak perjalanan dari rumah ke rumah sakit adalah hal penting. Memang jarak tersebut tidak memberikan efek keseluruhan pada proses melahirkan. Akan tetapi, ingat tanda melahirkan bisa muncul secara tiba-tiba sehingga banyak orang yang memilih rumah sakit yang jaraknya dekat.
  • Selain itu, dana melahirkan juga tak kalah penting. ibu harus sesuaikan dana atau asuransi yang dimiliki saat memilih rumah sakit untuk melahirkan.Coba mulai buat daftar rumah sakit yang menerima asuransi yang ibu miliki. Hal ini dapat membantu ibu untuk tidak panik saat waktu melahirkan tiba.
  • Berikutnya, yang perlu ibu pikirkan adalah fasilitas rumah sakit bersalin. Tidak hanya ruangan yang nyaman, tetapi ibu perlu mengecek apakah ada fasilitas untuk kehamilan yang berisiko.

Apalagi jika ibu memiliki riwayat masa lalu yang bermasalah saat melahirkan. Memilih rumah sakit untuk melahirkan jadi langkah penting.

Cari rumah sakit yang dapat mengakomodasi skenario terburuk dalam proses persalinan. Misalnya melihat apakah cadangan darah selalu tercukupi, adakah fasilitas ICU maupun NICU. Meskipun tidak mengharapkan hal tersebut, menyiapkan diri dengan baik adalah hal yang utama dalam proses melahirkan.

Mempertimbangkan Rencana Kelahiran

Setelah mengetahui hal dasar, kini saatnya ibu melihat rencana kelahiran. Artinya, memilih rumah sakit untuk melahirkan juga harus sesuai dengan apa yang ibu inginkan. “Bisa jadi orang menginginkan beberapa hal tapi tidak bisa diakomodir oleh rumah sakit,”

Maka dari itu, lakukan riset yang mendalam agar tidak merasa kaget saat waktu persalinan nanti.ibu mungkin merencanakan beberapa hal untuk persalinan seperti melakukan IMD atau ingin bayi diletakkan satu kamar dengan ibu.

Prinsip dasar yang mungkin ibu miliki harus dicocokkan dulu dengan rumah sakit tersebut. Sebab, banyak ibu yang sekarang punya wishlist saat melahirkan nanti.

Hal lain yang perlu dipikirkan adalah berapa banyak operasi sesar yang dilakukan untuk kehamilan berisiko rendah.

Banyak rumah sakit yang melakukan operasi sesar tidak hanya pada kehamilan yang berisiko tinggi.

Sebuah makalah yang diterbitkan di jurnal Obstetrics and Gynaecology pada 2017 mengungkapkan bahwa ada rumah sakit yang memiliki untuk melakukan operasi sesar ketimbang mengatasi masalah yang sedang terjadi meski masalah tersebut masih dibilang ringan.

Rekomendasi rumah sakit bersalin ibu dan anak

Rumah Sakit Bersalin Bekasi Rekomendasi rumah sakit bersalin ibu dan anak
Rumah Sakit Bersalin Bekasi Rekomendasi rumah sakit bersalin ibu dan anak

Untuk Anda yang tinggal di Jakarta, Bekasi, , dan Sekitarnta, rekomendasi rumah sakit bersalin ibu dan anak untuk persalinan terbaik nanti adalah Rumah Sakit Mekar Sari Bekasi

Fasilitas Rumah Sakit Bersalin Mekar Sari Bekasi

Fasilitas Rumah Sakit Bersalin Mekar Sari Bekasi
Fasilitas Rumah Sakit Bersalin Mekar Sari Bekasi

Kamar Bersalin atau ruang VK adalah sebuah unit layanan pada rumah sakit yang berfungsi sebagai ruang persalinan selama 24 jam. 

  • Kamar Persiapan 

Semua ibu yang masuk kamar bersalin sudah mendapat penyuluhan manajemen laktasi sejak mereka berada di poliklinik asuhan antenatal. Hal lain yang disampaikan meliputi keunggulan ASI, kerugian susu formula, gizi ibu hamil yang menjamin lancarnya produksi ASI, beberapa cara perawatan payudara dan bagaimana caranya menyusui yang benar. 

  • Kamar Persalinan

Kamar persalinan adalah kamar untuk ibu yang sudah dalam kala 1 fase aktif atau kala 2 persalinan.

  • Kamar Pemulihan

Selama dua jam ibu dalam observasi kala 4, ibu akan ditempatkan dalam suatu kamar pulih. Bayi diletakkan di samping ibu atau dalam tempat tidur bayi yang dapat dilihat ibu.

Setelah membahas rumah sakit bersalin di Bekasi, lebih baik kita mengenal kota Bekasi dari sumber wikipedia

Lokasi dan Alamat Fisioterapi Bekasi

Lokasi dan Alamat Fisioterapi Bekasi terletak di Jl. Mekar Sari, RT.001/RW.010, Bekasi Jaya, Kec. Bekasi Tim., Kota Bks, Jawa Barat 17112. silakan cek Google map di bawah

Pengenalan Kota Bekasi

Pengenalan Kota Bekasi
Pengenalan Kota Bekasi

Bekasi merupakan salah satu kota yang terdapat di provinsi Jawa Barat, Indonesia. Nama Bekasi berasal dari kata bagasasi yang artinya sama dengan candrabaga yang tertulis di dalam Prasasti Tugu era Kerajaan Tarumanegara, yaitu nama sungai yang melewati kota ini. Pada tahun 2021, jumlah penduduk kota Bekasi berjumlah 2.464.719 jiwa.

Kota ini merupakan bagian dari Metropolitan Jabodetabek dan menjadi kota satelit dengan jumlah penduduk terbanyak se-Indonesia. Saat ini Kota Bekasi berkembang menjadi tempat tinggal kaum urban dan sentra industri.

Kota Bekasi memiliki luas wilayah sekitar 210,49 km², dengan batas wilayah Kota Bekasi adalah:

UtaraKabupaten Bekasi
TimurKabupaten Bekasi
SelatanKabupaten Bogor dan Kota Depok
BaratProvinsi DKI Jakarta
Sejarah Bekasi

Dayeuh Sundasembawa atau Jayagiri, itulah sebutan Bekasi tempo dulu sebagai Ibukota Kerajaan Tarumanagara. Luas Kerajaan ini mencakup wilayah Bekasi, Sunda Kelapa (Jakarta), Pasir Awi (Jonggol), Depok, Cibinong, Bogor hingga ke wilayah Sungai Cimanuk Bengawan Timur (Indramayu).

Menurut para ahli sejarah dan fisiologi, letak Dayeuh Sundasembawa atau Jayagiri sebagai Ibukota Tarumanagara adalah di wilayah Bekasi sekarang. Dayeuh Sundasembawa inilah daerah asal Maharaja Tarusbawa (669-723 M) pendiri Kerajaan Sunda dan seterusnya menurunkan Raja-Raja Sunda sampai generasi ke-40 yaitu Ratu Ragumulya (1567-1579 M).

Wilayah Bekasi tercatat sebagai daerah yang banyak memberi informasi tentang keberadaan Tatar Sunda pada masa lampau. Diantaranya dengan ditemukannya 4 prasasti yang dikenal dengan nama Prasasti Kebantenan. Keempat prasasti ini merupakan keputusan dari Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi, Jaya Dewa) yang ditulis dalam 5 lembar lempeng tembaga.

Baca juga : Pengertian Rumah Sakit

Sejak abad ke-5 Masehi pada masa Kerajaan Tarumanagara, abad ke-8 Kerajaan Galuh, dan Kerajaan Pajajaran pada abad ke-14, Bekasi menjadi wilayah kekuasaan karena merupakan salah satu daerah strategis, yakni sebagai penghubung antara Pelabuhan Sunda Kelapa (Jakarta).

Kota Bekasi memiliki 12 kecamatan dan 56 kelurahan. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 2.409.083 jiwa dengan luas wilayah 206,61 km² dan sebaran penduduk 4.035 jiwa/km²

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Bekasi, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
KecamatanJumlah
Kelurahan
Daftar
Kelurahan
32.75.07Bantar Gebang4BantargebangCiketing UdikCikiwulSumur Batu
32.75.02Bekasi Barat5BintaraBintara JayaJakasampurnaKota BaruKranji
32.75.04Bekasi Selatan5JakamulyaJakasetiaKayuringin JayaMarga JayaPekayon Jaya
32.75.01Bekasi Timur4Aren JayaBekasi JayaDuren JayaMargahayu
32.75.03Bekasi Utara6Harapan BaruHarapan JayaKaliabang TengahMarga MulyaPerwiraTeluk Pucung
32.75.09Jatiasih6JatiasihJatikramatJatiluhurJatimekarJatirasaJatisari
32.75.10Jatisampurna5JatikaryaJatiradenJatiranggaJatiranggonJatisampurna
32.75.06Medan Satria4PejuangMedan SatriaHarapan MulyaKali Baru
32.75.11Mustika Jaya4CimuningMustikajayaMustikasariPedurenan
32.75.08Pondok Gede5JatibeningJatibening BaruJaticempakaJatimakmurJatiwaringin
32.75.12Pondok Melati4JatimelatiJatimurniJatirahayuJatiwarna
32.75.05Rawalumbu4Bojong MentengBojong RawalumbuPengasinanSepanjang Jaya
TOTAL56
Penduduk Bekasi

Berdasarkan sensus tahun 2010, Kecamatan Bekasi Utara merupakan wilayah dengan tingkat kepadatan tertinggi di Kota Bekasi, yakni sebesar 12.237 jiwa/km² dan Kecamatan Bantar Gebang dengan kepadatan 4.310 jiwa/km² menjadi yang terendah.[18]

Sementara pencari kerja di kota ini didominasi oleh tamatan SMA atau sederajat, yakni sekitar 65,6% dari total pencari kerja terdaftar. Sebagai kawasan hunian masyarakat urban, Bekasi banyak membangun kota-kota mandiri, diantaranya Kota Harapan Indah, Kemang Pratama, dan Galaxy City.

Selain itu pengembang Summarecon Agung juga sedang membangun kota mandiri Summarecon Bekasi seluas 240 ha di Kecamatan Bekasi Utara. Seiring dengan meningkatnya jumlah masyarakat kelas menengah keatas, Bekasi juga gencar melakukan pembangunan apartemen dan pusat perbelanjaan mewah.

Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat)
  • Puskesmas Aren Jaya
  • Puskesmas Bantar Gebang
  • Puskesmas Bintara
  • Puskesmas Bojong Rawalumbu
  • Puskesmas Jakamulya
  • Puskesmas Jati Asih
  • Puskesmas Jati Bening
  • Puskesmas Jati Luhur
  • Puskesmas Jati Makmur
  • Puskesmas Jati Rahayu
  • Puskesmas Jati Sampurna
  • Puskesmas Jati Warna
  • Puskesmas Kaliabang Tengah
  • Puskesmas Karang Kitri
  • Puskesmas Kota Baru
  • Puskesmas Margajaya
  • Puskesmas Margamulya
  • Puskesmas Mustika Jaya
  • Puskesmas Pejuang
  • Puskesmas Pekayon Jaya
  • Rumah sakit Bekasi

KEY : rumah sakit bersalin, rumah sakit bersalin terdekat, rs bersalin terdekat, melahirkan normal dengan bpjs di rumah sakit, biaya persalinan normal di rumah sakit, biaya melahirkan normal di rumah sakit, biaya persalinan di rumah sakit, persyaratan melahirkan di rumah sakit, rs bersalin, biaya melahirkan di rumah sakit, rumah sakit bersalin terdekat dari lokasi saya, biaya bersalin di rumah sakit, biaya persalinan normal di rumah sakit, melahirkan di rumah sakit, tempat bersalin terdekat, biaya melahirkan di rs, hospital terbaik untuk bersalin, biaya persalinan di rs, pengalaman melahirkan normal dengan bpjs di rumah sakit, biaya melahirkan normal di rumah sakit tanpa bpjs, cara daftar hospital untuk bersalin, rumah sakit melahirkan, rumah sakit bersalin yang menerima bpjs, rumah sakit persalinan, rumah sakit melahirkan terdekat, harga melahirkan normal di rumah sakit, biaya persalinan normal di rs, biaya persalinan rumah sakit, biaya melahirkan di rumah sakit tanpa bpjs, harga persalinan di rumah sakit, hospital swasta terbaik untuk bersalin, biaya melahirkan caesar di rumah sakit, rumah sakit persalinan terdekat, kisaran biaya persalinan normal di rumah sakit, harga bersalin di rumah sakit, biaya persalinan di rumah sakit tanpa bpjs, biaya melahirkan di rumah sakit umum, biaya persalinan normal tanpa bpjs di rumah sakit, melahirkan normal di rumah sakit, biaya melahirkan normal di rs, biaya persalinan normal di rumah sakit tanpa bpjs, harga melahirkan di rumah sakit, perkiraan biaya persalinan normal di rumah sakit, biaya bersalin normal di rumah sakit,

Read more...
Pengertian Rumah Sakit

Pengertian Rumah Sakit Definisi dan Fungsinya Adalah

Pengertian Rumah Sakit - Rumah sakit adalah lembaga pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat yang pelayanannya disediakan oleh dokter, perawat dan tenaga ahli kesehatan lainnya.

Perbandingan antara jumlah tempat tidur rumah sakit dengan jumlah penduduk Indonesia masih sangat rendah. Untuk 10 ribu penduduk cuma tersedia 6 ranjang rumah sakit.

Pengertian Rumah Sakit

Terminologi Rumah Sakit

Terminologi Rumah Sakit
Terminologi Rumah Sakit

Selama abad pertengahan, rumah sakit juga melayani banyak fungsi di luar rumah sakit yang kita kenal pada zaman sekarang, misalnya sebagai penampungan orang miskin atau persinggahan musafir.

Beberapa pasien bisa hanya datang untuk diagnosis atau terapi ringan untuk kemudian meminta perawatan jalan, atau bisa pula meminta rawat inap dalam hitungan hari, minggu, atau bulan. Rumah sakit dibedakan dari institusi kesehatan lain dari kemampuannya memberikan diagnosa dan perawatan medis secara menyeluruh kepada pasien.

Rumah sakit menurut Komite Ahli Organisasi Kesehatan Dunia pada Organisasi Perawatan Medis, merupakan bagian integral dari organisasi kemasyarakatan dan kedokteran yang fungsinya memberikan pelayanan kesehatan yang lengkap baik secara penyembuhan maupun pencegahan, bagi penduduk, serta pelayanan rawat jalannya menjangkau keluarga dan lingkungan rumahnya; Rumah sakit juga menjadi pusat pelatihan tenaga kesehatan dan penelitian biososial.

Tugas dan fungsi Rumah Sakit

Tugas dan fungsi Rumah Sakit
Tugas dan fungsi Rumah Sakit

Berikut merupakan tugas dan fungsi rumah sakit adalah:

  • penyelenggaraan pelayanan pengobatan dan pemulihan kesehatan sesuai dengan standar pelayanan rumah sakit.
  • pemeliharaan dan peningkatan kesehatan perorangan melalui pelayanan kesehatan yang paripurna tingkat kedua dan ketiga sesuai kebutuhan medis;
  • penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia dalam rangka peningkatan kemampuan dalam pemberian pelayanan kesehatan; dan
  • penyelenggaraan penelitian dan pengembangan serta penapisan teknologi bidang kesehatan dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan dengan memperhatikan etika ilmu pengetahuan bidang kesehatan.

Jenis-jenis rumah sakit

Rumah sakit umum

Rumah sakit umum biasanya merupakan fasilitas yang mudah ditemui di suatu negara, dengan kapasitas rawat inap sangat besar untuk perawatan intensif ataupun jangka panjang. Rumah sakit jenis ini juga dilengkapi dengan fasilitas bedah, bedah plastik, ruang bersalin, laboratorium, dan sebagainya. Tetapi kelengkapan fasilitas ini bisa saja bervariasi sesuai kemampuan penyelenggaranya.

Rumah sakit yang sangat besar sering disebut sebagai pusat kesehatan, biasanya melayani seluruh pengobatan modern.

Sebagian besar rumah sakit di Indonesia juga membuka pelayanan kesehatan tanpa menginap (rawat jalan) bagi masyarakat umum (klinik). Biasanya terdapat beberapa klinik/poliklinik di dalam suatu rumah sakit.

Rumah sakit terspesialisasi

Jenis ini mencakup trauma center, rumah sakit anak, rumah sakit manula, atau rumah sakit yang melayani kepentingan khusus seperti (rumah sakit jiwa), rumah sakit penyakit khusus seperti pernapasan atau kanker, dan lain-lain.

Rumah sakit bisa terdiri atas gabungan ataupun hanya satu bangunan.

Rumah sakit pendidikan

Rumah sakit penelitian/pendidikan adalah rumah sakit umum yang terkait dengan kegiatan penelitian dan pendidikan di fakultas kedokteran pada suatu universitas/lembaga pendidikan tinggi. Biasanya rumah sakit ini dipakai untuk pelatihan dokter-dokter muda, uji coba berbagai macam obat baru atau teknik pengobatan baru. Rumah sakit ini diselenggarakan oleh pihak universitas/perguruan tinggi sebagai salah satu wujud pengabdian masyararakat / Tri Dharma perguruan tinggi.

Rumah sakit lembaga

Rumah sakit yang didirikan oleh suatu lembaga/perusahaan untuk melayani pasien-pasien yang merupakan anggota lembaga tersebut/karyawan perusahaan tersebut. Alasan pendirian bisa karena penyakit yang berkaitan dengan kegiatan lembaga tersebut (misalnya rumah sakit militer, lapangan udara), bentuk jaminan sosial/pengobatan gratis bagi karyawan, atau karena letak/lokasi perusahaan yang terpencil/jauh dari rumah sakit umum. Biasanya rumah sakit lembaga/perusahaan di Indonesia juga menerima pasien umum dan menyediakan ruang gawat darurat untuk masyarakat umum.

Klinik

Fasilitas medis yang lebih kecil yang hanya melayani keluhan tertentu. Biasanya dijalankan oleh lembaga swadaya masyarakat atau dokter-dokter yang ingin menjalankan praktik pribadi. Klinik biasanya hanya menerima rawat jalan. Bentuknya bisa pula berupa kumpulan klinik yang disebut poliklinik.

Sebuah klinik (atau rawat jalan klinik atau klinik perawatan rawat jalan) adalah fasilitas perawatan kesehatan yang dikhususkan untuk perawatan pasien rawat jalan. Klinik dapat dioperasikan, dikelola dan didanai secara pribadi atau publik, dan biasanya meliputi perawatan kesehatan primer kebutuhan populasi di masyarakat lokal, berbeda dengan rumah sakit yang lebih besar yang menawarkan perawatan khusus dan mengakui pasien rawat inap untuk menginap semalam.

Sejarah Rumah sakit

Dalam sejarah kuno, kepercayaan dan pengobatan berhubungan sangat erat. Salah satu contoh institusi pengobatan tertua adalah kuil Mesir. Kuil Asclepius di Yunani juga dipercaya memberikan pengobatan kepada orang sakit, yang kemudian juga diadopsi bangsa Romawi sebagai kepercayaan. Kuil Romawi untuk Æsculapius dibangun pada tahun 291 SM di tanah Tiber, Roma dengan ritus-ritus hampir sama dengan kepercayaan Yunani

Institusi yang spesifik untuk pengobatan pertama kali, ditemukan di India. Rumah sakit Brahmanti pertama kali didirikan di Sri Lanka pada tahun 431 SM, kemudian Raja Ashoka juga mendirikan 18 rumah sakit di Hindustan pada 230 SM dengan dilengkapi tenaga medis dan perawat yang dibiayai anggaran kerajaan.[butuh rujukan]

Rumah sakit pertama yang melibatkan pula konsep pengajaran pengobatan, dengan mahasiswa yang diberikan pengajaran oleh tenaga ahli, adalah Akademi Gundishapur di Kerajaan Persia.

Bangsa Romawi menciptakan valetudinaria untuk pengobatan budak, gladiator, dan prajurit sekitar 100 SM. Adopsi kepercayaan Kristiani turut memengaruhi pelayanan medis di sana. Konsili Nicea I pada tahun 325 memerintahkan pihak Gereja untuk juga memberikan pelayanan kepada orang-orang miskin, sakit, janda, dan musafir. Setiap satu katedral di setiap kota harus menyediakan satu pelayanan kesehatan. Salah satu yang pertama kali mendirikan adalah Saint Sampson di Konstantinopel dan Basil, bishop of Caesarea. Bangunan ini berhubungan langsung dengan bagunan gereja, dan disediakan pula tempat terpisah untuk penderita lepra.

Rumah sakit abad pertengahan di Eropa juga mengikuti pola tersebut. Di setiap tempat peribadahan biasanya terdapat pelayanan kesehatan oleh pendeta dan suster (Frase Prancis untuk rumah sakit adalah hôtel-Dieu, yang berarti "hostel of God."). Namun beberapa di antaranya bisa pula terpisah dari tempat peribadahan. Ditemukan pula rumah sakit yang terspesialisasi untuk penderita lepra, kaum miskin, atau musafir.

Baca juga : Fisioterapi Bekasi Terdekat

Rumah sakit dalam sejarah Islam memperkenalkan standar pengobatan yang tinggi pada abad 8 hingga 12. Rumah sakit pertama dibangun pada abad 9 hingga 10 mempekerjakan 25 staff pengobatan dan perlakuan pengobatan berbeda untuk penyakit yang berbeda pula. Rumah sakit yang didanai pemerintah muncul pula dalam sejarah Tiongkok pada awal abad 10.

Perubahan rumah sakit menjadi lebih sekuler di Eropa terjadi pada abad 16 hingga 17. Tetapi baru pada abad 18 rumah sakit modern pertama dibangun dengan hanya menyediakan pelayanan dan pembedahan medis. Inggris pertama kali memperkenalkan konsep ini. Guy's Hospital didirikan di London pada 1724 atas permintaan seorang saudagar kaya Thomas Guy. Rumah sakit yang dibiayai swasta seperti ini kemudian menjamur di seluruh Inggris Raya. Di koloni Inggris di Amerika kemudian berdiri Pennsylvania General Hospital di Philadelphia pada 1751. Setelah terkumpul sumbangan £2,000, di Eropa Daratan biasanya rumah sakit dibiayai dana publik. Namun secara umum pada pertengahan abad 19 hampir seluruh negara di Eropa dan Amerika Utara telah memiliki keberagaman rumah sakit.

Rumah sakit dan perkembangannya di Indonesia

Sejarah perkembangan rumah sakit di Indonesia pertama sekali didirikan oleh VOC tahun 1626 dan kemudian juga oleh tentara Inggris pada zaman Raffles terutama ditujukan untuk melayani anggota militer beserta keluarganya secara gratis. Jika masyarakat pribumi memerlukan pertolongan, kepada mereka juga diberikan pelayanan gratis. Hal ini berlanjut dengan rumah sakit-rumah sakit yang didirikan oleh kelompok agama. Sikap karitatif ini juga diteruskan oleh rumah sakit CBZ di Jakarta. Rumah sakit ini juga tidak memungut bayaran pada orang miskin dan gelandangan yang memerlukan pertolongan. Semua ini telah menanamkan kesan yang mendalam di kalangan masyarakat pribumi bahwa pelayanan penyembuhan di rumah sakit adalah gratis. Mereka tidak mengetahui bahwa sejak zaman VOC, orang Eropa yang berobat di rumah sakit VOC (kecuali tentara dan keluarganya) ditarik bayaran termasuk pegawai VOC.

Komite Etik Rumah Sakit

Komite Etik Rumah Sakit (KERS), dapat dikatakan sebagai suatu badan yang secara resmi dibentuk dengan anggota dari berbagai disiplin perawatan kesehatan dalam rumah sakit yang bertugas untuk menangani berbagai masalah etik yang timbul dalam rumah sakit. KERS dapat menjadi sarana efektif dalam mengusahakan saling pengertian antara berbagai pihak yang terlibat seperti dokter, pasien, keluarga pasien dan masyarakat tentang berbagai masalah etika hukum kedokteran yang muncul dalam perawatan kesehatan di rumah sakit.

Ada tiga fungsi KERS ini yaitu pendidikan, penyusun kebijakan dan pembahasan kasus. Jadi salah satu tugas KERS adalah menjalankan fungsi pendidikan etika. Dalam rumah sakit ada kebutuhan akan kemampuan memahami masalah etika, melakukan diskusi multidisiplin tentang kasus mediko legal dan dilema etika biomedis dan proses pengambilan keputusan yang terkait dengan permasalahan ini. Dengan dibentuknya KERS, pengetahuan dasar bidang etika kedokteran dapat diupayakan dalam institusi dan pengetahuan tentang etika diharapkan akan menelurkan tindakan yang profesional etis. Komite tidak akan mampu mengajari orang lain, jika ia tidak cukup kemampuannya. Oleh sebab itu tugas pertama komite adalah meningkatkan pengetahuan anggota komite.

Etika kedokteran dewasa ini berkembang sangat pesat. Di Indonesia etika kedokteran relatif baru dan yang berminat tidak banyak sehingga lebih sulit mencari bahan bacaan yang berkaitan dengan hal ini. Pendidikan bagi anggota komite dapat dilakukan dengan belajar sendiri, belajar berkelompok, dan mengundang pakar dalam bidang agama, hukum, sosial, psikologi, atau etika yang mendalami bidang etika kedokteran. Para anggota komite setidaknya harus menguasai berbagai istilah/konsep etika, proses analisis dan pengambilan keputusan dalam etika. Pengetahuan tentang etik akan lebih mudah dipahami jika ia diterapkan dalam berbagai kasus nyata. Semakin banyak kasus yang dibahas, akan semakin jelaslah bagi anggota komite bagaimana bentuk tatalaksana pengambilan keputusan yang baik.

Pendidikan etika tidak tebatas pada pimpinan dan staf rumah sakit saja. Pemilik dan anggota yayasan, pasien, keluarga pasien, dan masyarakat dapat diikutsertakan dalam pendidikan etika. Pemahaman akan permasalahan etika akan menambah kepercayaan masyarakat dan membuka wawasan mereka bahwa rumah sakit bekerja untuk kepentingan pasien dan masyarakat pada umumnya.

Selama ini dalam struktur rumah sakit di Indonesia dikenal subkomite/panitia etik profesi medik yang merupakan struktur dibawah komite medik yang bertugas menangani masalah etika rumah sakit. Pada umumnya anggota panitia ini adalah dokter dan masalah yang ditangani lebih banyak yang berkaitan dengan pelanggaran etika profesi. Mengingat etika kedokteran sekarang ini sudah berkembang begitu luas dan kompleks maka keberadaan dan posisi panitia ini tidak lagi memadai. Rumah sakit memerlukan tim atau komite yang dapat menangani masalah etika rumah sakit dan tanggung jawab langsung kepada direksi. Komite memberikan saran di bidang etika kepada pimpinan dan staf rumah sakit yang membutuhkan. Keberadaan komite dinyatakan dalam struktur organisasi rumah sakit dan keanggotaan komite diangkat oleh pimpinan rumah sakit atau yayasan rumah sakit.

Proses pembentukan KERS ini, rumah sakit memulainya dengan membentuk tim kecil yang terdiri dari beberapa orang yang memiliki kepedulian mendalam dibidang etika kedokteran, bersikap terbuka dan memiliki semangat tinggi. Jumlah anggota disesuaikan dengan kebutuhan. Keanggotaan komite bersifat multi disiplin meliputi dokter (merupakan mayoritas anggota) dari berbagai spesialisasi, perawat, pekerja sosial, rohaniawan, wakil administrasi rumah sakit, wakil masyarakat, etikawan, dan ahli hukum.

Pengertian Rumah Sakit Menurut Keputusan Menteri Kesehatan RI

Pengertian Rumah Sakit Menurut Keputusan Menteri Kesehatan RI
Pengertian Rumah Sakit Menurut Keputusan Menteri Kesehatan RI

Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 340/MENKES/PER/III/2010 adalah:

  • “Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat”.
  • Sedangkan pengertian rumah sakit menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 1204/Menkes/SK/X/2004 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, dinyatakan bahwa :
  • “Rumah sakit merupakan sarana pelayanan kesehatan, tempat berkumpulnya orang sakit maupun orang sehat, atau dapat menjadi tempat penularan penyakit serta memungkinkan terjadinya pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan”.

Dari pengertian diatas, rumah sakit melakukan beberapa jenis pelayanan diantaranya pelayanan medik, pelayanan penunjang medik, pelayanan perawatan, pelayanan rehabilitasi, pencegahan dan peningkatan kesehatan, sebagai tempat pendidikan dan atau pelatihan medik dan para medik, sebagai tempat penelitian dan pengembangan ilmu dan teknologi bidang kesehatan serta untuk menghindari risiko dan gangguan kesehatan sebagaimana yang dimaksud, sehingga perlu adanya penyelenggaan kesehatan lingkungan rumah sakit sesuai dengan persyaratan kesehatan. Sumber wikipedia

Lokasi anda di Bekasi jika anda atau saudara kerabat mengalami ganguan kesehatan silakan segera kunjungi Rumah Sakit di Bekasi dengan pelayanan terbaik

Read more...